Minggu, 06 Desember 2015

Renungan Ibadah Pagi Kantor Pusat HKBP



RENUNGAN IBADAH PAGI KANTOR PUSAT HKBP
INKLUSIVISME INJIL  (1 TIMOTIUS 2 : 3 – 4) 
07 DESEMBER 2015
               Pendahuluan
Saudara – saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus! Firman Tuhan yang menjadi renungan bagi kita pada pagi hari ini adalah sebuah nasihat Paulus kepada Timotius di dalam hal melaksanakan sebuah tugas pelayanan yang diberikannya. Pada perikope sebelumnya Paulus mengingatkan Timotius untuk bersikap konsisten melaksanakan pengajaran tentang Injil kepada orang – orang Efesus sekalipun pada saat itu telah berkembang sebuah ajaran yang bertentang dengan ajaran Kristus yang di mana kemungkinannya ajaran itu bukan saja dari ajaran Yudaisme tetapi ajaran – ajaran yang sangat hangat dan popular untuk dibicarakan pada saat itu berupa filsafat – filsafat kehidupan Yunani.
Paulus juga mengingatkan Timotius bagaimana ketidak konsistenan Himeneus dan Aleksander dalam tugasnya sehingga mereka telah kehilangan upah daripada tugas.
      II.         Saudara – saudara...
Pada perikope ini dapat kita berikan tema “Inklusisme Injil” atau “Injil Terbuka Untuk Semua Manusia”.
Paulus menasihatkan Timotius di dalam melaksanakan tugas Pekabaran Injil tersebut untuk tidak bersikap Eklusif, pengajaran dan pelayanan Paulus tidak hanya terbatas pada ruang lingkup orang – orang yang telah dijadikan Paulus menjadi orang Kristen, akan tetapi juga harus lebih luas lagi karena hal ini telah menjadi tuntutan daripada Misi Kristus, bahkan telah menjadi dasar daripada keselamatan itu yaitu supaya setiap orang menjadi murid daripada Tuhan Yesus Kristus (Matius 28 : 19) bahkan setiap lidah bahwa Kristus adalah Tuhan (Filipi 2 : 11), lebih daripada itu Paulus mengingatkan Timotius bahwa hal itu adalah yang baik dan yang berkenan kepada Allah. Oleh karena itu tugas pekabaran Injil bukanlah karena faktor keinginan pribadi seseorang atau kelompok atau bahkan bukan keinginan pribadi daripada Paulus sendiri tetapi murni Keinginan Allah, seperti halnya dalam Injil Yohanes 3 : 16 “Karena begitu besar....”
    III.       Saudara – saudara...
Nasihat Paulus kepada Timotius untuk melaksanakan tugas pekabaran Injil ini dimulai dari sebuah doa, karena doa dan tindakan realitasnya haruslah seiring sejalan karena doa tanpa perbuatan adalah sebuah sikap yang tidak tepat atau bahkan doa tanpa perbuatan adalah sebuah kemunafikan spiritualitas. Awal dari sebuah kesuksesan tugas PI adalah sebuah doa.
    IV.          Saudara – saudara! Secara jujur kita pasti akan bersikap reaktif ketika mendengar dan menyaksikan baik secara langsung maupun media elektronik, media sosial ketika terjadi sebuah ketidakadilan di negara kita tentang toleransi antara umat beragama. Kita menginginkan di dalam melaksanakan tugas pekabaran Injil selalu dalam kondisi yang kondusif, padahal tugas pekabaran Injil yang paling awal kita lakukan adalah memulai dengan sebuah doa, apakah kita pernah secara khusus melakukan hal itu, karena renungan ini mengajak kita untuk bersikap proaktif dengan sikap Inklusivisme Injil dengan sebuah doa. Pada hakikatnya doa itu adalah cerminan Keterbukaan Keselamatan Kepada Seluruh Mahluk di dunia ini, Doa adalah Injil Yang Inklusive...Selamat Advent

Rabu, 25 November 2015

MARHAPORUSAN TU JAHOWA



MARHAPORUSAN TU JAHOWA 
(PSALM 71 : 1 – 11)

1.      Marende B.E. No. 4 : 1 + 3 “Sai Puji Debata”
2.      Turpuk : Psalm 71 : 1 – 11
Torop do halak mabiar gabe matua, alana jotjot panghilalanna negatif tu halak namatua (lansia). Di hilala rohana do ndang marlapatan be ngoluna, gale, dang adong semangat ni ngolu, jotjot mangadopi angka sahit, pikun, jala ndang apa diparrohaon angka natorop be, jala gabe boban tu angka na humaliang, dohot angka na asing dope. Boi do tarjalo roha i, alana dung masuk sasahalak tu usia masa lansia adopanna do angka perubahan – perubahan baik secara fisik dohot mental. Alai na gabe siparhusorhusoronta, boa? Boi do pasidingonta kondisi songon i? Jala marlapatan do ngolu ni angka na matua? Boa do hita mangadopi kondisi asa monang hita?
Suang songon i do par psalm di bagasan turpukta on, dihilala ibana kondisi na hassit, mabiar, lomos jala na gamang ditingki diadopi ibana kondisi memamongoti masa lansia (matua). Pola do parpsalm mangelek tu Debata di bagasan endena asa unang dibolongkon jala ditadinghon Debata ibana molo dung matua manang ubanon ibana suang songoni do molo suda gogona (ay.9).
Tangkas do di tanda parpsalm Debata, i do umbaen dihatindanghon ibana do haporseaonna taringot tu panghophopan ni Debata di ngoluna i ma sian bortian ni inongna nunga dihophop Debata ibana (ay.6). Dang hea ditadinghon Debata ngoluna, tangkas do Debata mangurupi ibana jala paluahon ibana sian angka hamaolon ni ngoluna. Bahkan marlapatan dope ngoluna di adopan ni Debata, tarida do i na tongtong dope diparar jala dihalomohon Debata dope puji – pujian haruar sian pamanganna (ay.8).
Marhite hatorangan na ginjang i, tangkas ma tahatindanghon satia do Debata manghophop ngolu ni angka naung pinarhamaolna, jala arga dohot holong situtu do RohaNa tu angka na tongtong marhaporusan tu Ibana. Jala porlu do ingotanta ndang marnida kondisi ni fisikta Debata manghophop hita, matua manang poso pe hita hot do Debata manghophop ngolunta. Jala ditingki ubanon (matua) pe hot do dipangke Debata hita laho manghobasi ulaon ni Tuhan i, diparar dope ngolu ni angka sundut na matua laho pasauthon sangkap dojot lomo ni roha ni Tuhanta. Alani hagogoon dohot bohal ni angka lansia mangadopi angka perubahan zaman dohot hamaolon tongtong marsaor dohot Debata, ala marhitehite parsaoran i do dapotnta pangurupion sian Debata.  Amen.
3.      Bahan Diskusi :
ü                  Boa do asa konsisten hita marsaor dohot Debata.
ü                  Aha do bahenonta asa marlapatan ngolunta di adopan ni jolma dohot di adopan ni Debata.
4.      Marende B.E. No. 17 : 4 “Raja Na Tumimbul”
5.      Tangiang Pangondianon
ü                  Asa tongtong marhaporusan tu Debata
ü                 Asa margogo angka lansia di hatuaonna be
6.      Marende B.E. No. 371 : 3 – 4 “Burju Ma Hita Mardalani” 
7.    Tangiang Panutup

TUHAN MENGUTUS UTUSANNYA UNTUK MENTAHIRKAN UMATNYA


 


TUHAN MENGUTUS UTUSANNYA UNTUK MENTAHIRKAN UMATNYA
MALEAKHI 3 : 1 – 4
Umat Tuhan sudah menjalani berbagai liku-liku kehidupan, baik suka maupun duka. Dalam liku-liku kehidupan itu, adakalanya mereka merasa begitu dekat dengan Tuhan, tapi terkadang merasa jauh dari Tuhan. Sikap mereka pun terhadap firman Tuhan yang disampaikan para nabi seringkali diabaikan. Mereka bukan umat yang menyenangkan bagi Tuhan. Kini, Tuhan mengarahkan hidup mereka, agar menjadi umat yang menyenangkan hati Tuhan. 
Kehidupan umat Tuhan telah diwarnai oleh hiruk-pikuk nubuat para nabi ; tentang hari Tuhan dan datangnya raja yang adil. Namun, saat Maleakhi menyampaikan firman ini, suasana kehidupan umat Tuhan sedang adem-ayem, sebab hampir tidak ada nabi yang bernubuat. Sementara, umat senantiasa mencari Tuhan ; dimana Tuhan dan kapan Ia datang menyapa umatNya ? Umat membutuhkan jawaban untuk memperteguh imannya. Saat demikianlah Maleakhi menyampaikan nubuat, bahwa Tuhan akan datang menghampiri umatNya. Umat memahami, bahwa Tuhan berada di atas sana. Kini, dalam suasana tenang, Maleakhi menubuatkan kedatangan Tuhan. Dia yang lama dinantikan akan masuk ke Bait Allah. Ia mau datang menampakkan diri, berjumpa dengan umat yang mencariNya. Namun, siapakah yang dapat tahan melihat Tuhan saat datang ? Seberapa kokohkah iman manusia berhadapan dengan Tuhan ? Pertanyaan ini menjadi penting karena umat masih hidup dalam gelimang dosa. Umat berdosa tidak akan tahan berhadapan dengan Tuhan yang maha kudus itu.
Untuk itulah, Tuhan akan menyuruh utusanNya sebagai pendahulu kedatanganNya. Tugas utama utusan adalah mempersiapkan jalan bagi Tuhan, sehingga perjumpaan antara umat dengan Tuhan membawa damai sejahtera. Dalam pertemuan dengan Tuhan hendaknya tidak ada pelanggaran, kejahatan, dan kemunafikan. Inilah tugas utusan, supaya umat mengalami pertobatan.
Benar, umat memang melaksanakan ritual keagamaan ; beribadah dan memberi perpuluhan sebagaimana ketentuan hukum Lewi, namun masih terdapat pelanggaran, kejahatan, dan kemunafikan. Mereka tidak melakukan praktek keagamaan dengan sepenuh hati ; mereka melakukan penyembahan pada Tuhan tetapi juga menyembah allah lain, mereka memberi persembahan tetapi bukan dengan segala ketulusan. Bagi Tuhan ini menjijikkan. (Yesaya 1:13) Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
Dalam pandangan Maleakhi, pelanggaran dan kemunafikan umat terjadi akibat merosotnya peran Lewi sebagai pembina spiritualitas. Lewi mempunyai tanggung jawab membenahi peribadahan sebagai wadah pembentukan karakter umat. Namun peran dan tanggung jawab ini tidak lagi dilakukan dengan benar. Apalagi para nabi pun sudah tidak banyak lagi menyampaikan nubuatan. Semua ini membuat suasana kehidupan keagamaan tidak lagi dinamis. Oleh sebab itu, Tuhan akan mentahirkan mereka, sehingga mereka senantiasa menyampaikan firman Tuhan dengan tulus, tegar, dan benar. Mereka akan lebih diberdayakan lagi, diberi semangat. Tuhan akan memurnikan mereka seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Melalui proses pemurnian itu, para Lewi akan kembali pada tugas dan panggilannya.
Tuhan akan memurnikan umatNya, agar sungguh-sungguh layak sebagai umat Tuhan. Secara khusus, Maleakhi akan menyoroti dan menjadi ukuran atas pertumbuhan umat melalui persembahan. Umat yang telah dimurnikan Tuhan akan melakukan penyembahan dan persembahan yang benar. Itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Sehingga saat kedatangan Tuhan semua telah siap menyambutNya dengan sukacita.
Dalam minggu Advent kedua ini, kita diingatkan akan kedatangan Tuhan. Tuhan menghendaki agar saat kedatangannya, kita dijumpai sebagai umat yang benar, umat yang dapat menyenangkan hati Tuhan. Secara khusus, untuk menyenangkan hati Tuhan, nas ini mengajak kita memberikan persembahan. Persembahan bukanlah sekedar melepaskan sebahagian dari harta kita tetapi melalui rasa syukur kepada Tuhan. Persembahan syukur menjadi benar jika dilakukan dengan : a. membangun hubungan dengan Tuhan. Pertobatan yang terus menerus adalah cara kita membangun hubungan dengan Tuhan. Proses pertobatan akan menghantar kita meninggalkan ketakutan atas dunia ini dan makin mendekatkan diri pada Tuhan. b. bersekutu di dalam gereja Tuhan. Persekutuan di dalam gereja dimulai dengan kehadiran kita dalam berbagai kegiatan Gereja ; Ibadah Minggu, Kebaktian Lingkungan, dan berbagai kegiatan lainnya. Selanjutnya, kita melakukan aturan-aturan gereja sehingga semua berjalan dengan baik. Dengan demikianlah persembahan syukur kita berkenan bagi Tuhan dan akan memberikan sukacita dan kedamaian di dalam hidup kita. AMIN

Kamis, 18 Desember 2014

ALLAH TELAH MEMPERKENALKAN DIRINYA KEPADA KITA, KENALLAH ALLAH



KOTBAH IBADAH PAGI
DAN PENUTUPAN KERJA KANTOR PUSAT HKBP
19 DESEMBER 2014

ALLAH TELAH MEMPERKENALKAN DIRINYA KEPADA KITA, KENALLAH ALLAH 

YEREMIA 31 : 34
I.    Pendahuluan
1.     Selamat Advent ma di hita saluhutna!
Di hamu angka na hinaholongan di bagasan Jesus Kristus, hata ni Debata di hita partangiangan na parpudi di hita bagasan taon 2014 i ma na tarsurat sian Yeremia 31 : 34 songon on ma Hata “Jadi ndang pe podaan ni sahalak donganna, manang dohononna tu hahaangina i songon : Tanda hamu ma Jahowa! Ai tung saluhut nasida tumanda ahu sogot, tole na metmet, tole na magodang sian nasida, ninna Jahowa, ai marpamuati do sogot rohangku mida hajahatonnasida i, jala ndang be ingotonku dosanasida i” / “Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan : kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman Tuhan, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka”.
2.    Padan/Janji
ü  Padan manang janji i ma sada na mansai prinsipil do i dingolunta, ala di bagasan i jumpang do berbagai / ragam ni karakter, jati diri, sifat manang sikap ni sasahalak, berkualitas do ngolu na manang dang, haposan do ibana manang dang, Jala salah satu ciri ni manajemen pelayanan publik i ma konsisten dalam sebuah perjanjian, dang holan hata sambing, songon na dipatuduhon ni sebuah kabupaten di jawa tengah i ma Kabupaten Sragen na konsisten nasida laho melayani masyarakat, jala i do na dipatuduhon ditingki patupa kampaye pemilihan kepala daerah, jadi konsisten do nasida di padan/janji nasida i, alani i do mandapot penghargaan do kabupaten i sian pemerintahan pusat alani ni manajemen pelayanan publik. Alani indikator ni kepala pemerintahan na sukses i ma molo ingot jala konsisten do nasida mangulahon padan nasida i, jala suang songon i do muse di angka para pekerja na berkualitas i ma ingkon ingot di janji/padan na surathon jala i do na mamboan pekerja i untuk meningkat posisi kehidupannya di dalam dunia pekerjaan
ü  Jala i do na tapahusorhusor dibagasan turpukta jala perikope ni turpuk on di manogot on, i ma di suriranghon panurirang Yeremia do Padan na imbaru na dipatupa Debata tu halak Israel dohot tu hita. Molo tarimang rimangi Debata mamukka padan tu halak Israel, songon na janggal do ate, ingkon halak Israel ma nian na mamukka padan / berjanji  tu Debata ala nunga dibaen nasida Debata marsak ala ni angka pangalaho ni nasida. Alai on do salah satu hataridaan ni karakter, sikap, sifat ni Debata songon parholong ni roha, i ma dipataridahon do Ibana songon Inisator, jala marhite i do dipatuduhon Debata na Debata situtu do Ibana. Jala molo taida secara di sepanjang perjalanan ni bangso Israel jala boi do tauhon muse dibagasan dirinta, dang jumpangta na gabe bangso Israel manang jolma i, manang hita na gabe inisiator alai hot do Debata sebagai inisiator.
II. ISI KHOTBAH
1.     KENALLAH TUHAN/TANDA HAMU MA JAHOWA
Salah satu kegagalan bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan i ma gagal do nasida mananda Jahowa Debata, i do umbaen molo sai madabu nasida tu bagasan dosa ala na gagal do nasida mananda Debata. Taida da ma ditingki ditompa Debata jolma na parjolo i gagal do jolma na parjolo mananda pikiran ni Debata, peristiwa menara babel pe gagal do nasida marnida huaso ni Debata, bangso Israel di tingki haruar sian Mesir gagal do nasida manda ulaon ni Debata bahkan di latar belakang ni turpukta on pe na tarbuang bangso tu pembuang babel ala gagal do nasida manda manghaporsea Debata. Jala mungkin ditingki hita ndang boi denggan mangulahon angka ulaonta siganup ari di jabu manang di kantor i ma boi do ala gagal do hita manda aha do taula i, manang gagal do hita manda ise do atasan, manang maaf boi do hita mungkin gagal mananda HKBP di ulaonta di kantor pusat HKBP on songon parhobas hita di kantor pusat on.
Alai Debata dang hea gagal mananda bangso Israel dohot hita ala tongtong do dipaihutihut Debata ngolunta, jala i do umbaen marhite turpuk on dipadanhon Debata sada padan na imbaru tu hita asa unang gagal hita laho manghaporseai dohot mananda Debata, asa sonang hita saleleng di portibion, boa do cara ni Debata?
2.    Molo taida dibagasan sejarah perjalanan ni jolma dohot bangso na pinillit ni Debata, laho patandahon dirina Debata tu jolma i dipatupa Ibana do sian luar/duru ni ngolu ni jolma i do, isara marhite angka panurirang, malim, raja dohot angka pribadi – pribadi na tinodo ni Debata do, bahkan marhite media media na asing, isara ni manurathon di tohang ni jabuna be songon na dipasahat ni si Musa laho paborhathon bangso i bongot tu Jerusalem. Alai Padan ni Debata na imbaru i dibagasan diri ni jolma i ma Debata patandahon diriNa, jala dimulai Debata do marhite Jesus Kristus alani ganup jolma na manjangkon Jesus Kristus berarti membuka diri untuk dimasukin Debata asa mangula Debata patandahon diriNa jala dipasikkop do muse marhite Tondi Parbadia i,
3.    Jala sada na mansai arga sian i muse molo di dok Debata marpamuati dohot dang ingotonna be hajahaton do dosa ni hita jolma na paboahon do asi ni roha na tu jolma marhite Jesus Kristus.
III.              PENUTUP
Na parpudi sahali tapukka ma taon na naeng ro ulaonta marhite naung tatanda Tuhan i marhite panghobasionta di kantor pusat on, mungkin warna dohot nuansa ni taon na ro boi do beda tu taon na naeng tatinggalhon on, boi do tantanganna mansai balga, alai molo nunga tangkas tatanda Debata hot do hita marparbuehon angka parbue na tonggi. Amen!!!

Kamis, 30 Oktober 2014

Renungan : 31 Oktober 2014_Yohanes 17 : 6



RENUNGAN PAGI, 31 OKTOBER 2014
TANGIANG PANGONDIANON NI KRISTUS JESUS
YOHANES 17 : 6

I.        Marende B.E. No. 299 : 1 – 2
II.      Tangiang Patujolo
III.    Manjaha Turpuk Jona 2 : 1 – 10
Martua do angka na tumangihon Hata ni Debata jala na umpeopsa.
IV.    Marende B.E. No. 150 : 2 + 4
V.      Renungan / Jamita : Yohanes 17 : 6
1.      Patujolo
      Ganup hita adong do na mansai istimewa tabahen dingolunta bahkan mansai 100 % talehon rohanta tusi, angka na istimewa i boi do i donganta, keluarganta, manang ianakhonta, Alani i pasti pangaramotionta pe istimewa tabahen, jala dang tahalamohon  gabe adong na hurang, sai tausahon do singkop panghobasionta jala pangaramotionta di angka na istimewa i. Apalagi molo laho hita marhuta sada tu luat na asing tontu mansai tangkas do hita mangaramoti sudena asa unang adong na hurang dapothononta molo mulak hita sian pardalananta. I ma tanda na talehon rohanta jala taistimewahon dingolunta be
2.      Hatorangan
      Di hita angka na hinongkop ni Tuhan Jesus Kristus, jala i do na taida marhite Hata ni Tuhanta di manogot ni ari on i ma taringot pangaramotion ni Tuhanta Jesus Kristus di angka na istimewa dingoluNa  i ma angka siseanNa,  marhite  Tangiang Pangondianon ni Jesus Kristus tu angka siseanNa, andorang tartangkup Tuhan i. Domu tusi ma adong angka piga hal (beberapa hal) na gabe tapahusorhusor jala tarenunghon marhite tangiang pangondianon ni Tuhanta i, i ma :
a.      Pangondianon
      Taboto do missi manang tugas ni Kristus Jesus di portibion i ma paluahon jolma sian hamatean alani dosa, salah satu hapataranna i ma mangondihon jolma na porsea i sian dosa. Hata mangondihon berasal sian kata dasar “ondi” na marlapatan secara Yuridis dibagasan bahasa Indonesia i ma : mangayomi, menanggung, membela. Alani secara Yuridis dipabotohon Tuhan Yesus do status ni angka na dipasahat tu Ibana i ma angka na arga dohot na istimewa do di Tuhan Jesus. I do umbahen hosaNa (nyawa) pe dipasahat laho mambahen sonang jala marolopolop angka na dipasahat tu Ibana.  Jala on do salah satu kepimpinan na ideal dibagasan tingki on i ma memposisikan jala menstatuskan angka na dipimpin arga jala istimewa di ibana.
b.      Yesus menjamin Debata do nampunasa hita (Allah Menjamin Kita MilikNya)
      “...Ho Hian do nampuna nasida, jala dilehon Ho do nasida tu Ahu...” Na mansai arga marhite perikope ni turpuk on i ma paboahon Debata do napunasa hita. Jala lam dipataridahon do marhite panghophon ni Jesus di hau pinarsilang i asa nasa jolma na porsea dohot na manjangkon Jesus na mate di hau pinarsilang berstatus ma gabe Debata do nampunasa dirina dang dirina be nampunasa dirina, songon ende naung taendehon nakkin (B.E. No. 150). Alani i do molo Debata do nampuna dirinta dohot ngolunta ingkon berorientasi tu ngolu ni Debata ma ngolunta, nang pe ingkon adopanta hamaolon ala nunga jumolo Jesus mangadopi hamaolon dohot penolakan, alai ala naung dijamin Debata do hita bahwa Ibana do nampuna ngolunta berarti ndang hea hita malua sian pemeliharaan (pangaradotion) ni Debata.
c.       Yesus menjamin hita mangulahon HataNa
      Sesuatu hal yang sulit dilakukan oleh kita di dunia ini adalah menjamin bahwa seseorang tersebut mampu dan dapat melakukan apa yang menjadi sesuatu hal yang sangat prinsip di dunia ini. On do na taida marhite turpuk on, dijamin Tuhan Jesus do angka siseanNa mangaradoti angka Hata ni Debata. Taboto do Hata ni Debata do parhiteanta, dalanta marsaor dohot Debata doho mananda Debata, jala marhite na mangaradoti HataNa i do hita boi bongot tu bagasan harajaonNa dohot tu hangoluan salelenglelengna, suang songoni do marhite mangaradoti HataNa do taboto dia do dalan tu hangoluan dohot tu hamatean, Hata ni Debata do na mamboan hita manjalo hasesean ni Dosa. Jala taingot do Hata ni Debata do salah satu point ni si Marthin Luther patupahon Reformasi Gereja i ma back to the bible (Sola scriptura).
      Alani i do unang tabahen margabus Tuhan Jesus marhite na so olo hita mangulahon dohot mangaradoti HataNa. Ndang adong alasanta na mandok ndang boi taradoti hita HataNa, alana dijolo ni perikopenta on pe nunga dipangido Tuhan Jesus tu Debata asa adong na mangurupi hita laho mangaradoti HataNa i ma marhite pangurupion ni Tondi ni Debata (Yohanes 16 : 4 – 15). Antong hita ma tabahen do Tuhan Jesus margabus hape nunga dilehon tu hita na mansai arga i ma haluan sian dosa, jala nunga parjambar hita diharajaonNa, suang songon i do nunga didok Debata ngolunta Tuhan i do nampunasa dang be sibolis i (dosa).
3.       
VI.    Tangiang Pangondianon
VII.  Marende B. E. No. 730 : 1 – 4
VIII.    Tangiang Panutup